AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Best Planter Indonesia (BPI) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit secara Intensif. Pelatihan yang diikuti 180 orang Pekebun Sawit asal Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Teknis Budidaya Kelapa Sawit.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) tahun 2026 yang disponsori oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), dukungan teknis dari Ditjenbun (Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Direktorat Jenderal Perkebunan) dan diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI), berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur.
Pelatihan berlangsung dengan penuh antusiasme, dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara pengelolaan kebun sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Selama pelatihan, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan lapangan sesuai dengan standar Best Management Practices (BMP) atau praktik pengelolaan terbaik di perkebunan kelapa sawit.
Pendekatan pelatihan dilakukan secara seimbang melalui pengajaran teori di dalam kelas dan kegiatan praktik langsung di lapangan.
Dalam sesi kelas, para Narasumber dari BPI merupakan pengajar terpilih yang sudah berpengalaman dan memiliki lisensi instruktur dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materi yang disampaikan mencakup aspek-aspek utama dalam budidaya kelapa sawit, yaitu:
1. Pembibitan:
a. Pemilihan jenis dan jumlah kebutuhan benih/ kecambah Kelapa Sawit yang unggul.
b. Pembibitan Awal (Pre Nurcery = PN) atau pembibitan polybag kecil dan Pembibitan Utama (Main Nurcery = MN) atau bibitan Polybag besar
c. Perawatan di PN dan MN
2. Pembukaan Lahan: persiapan lahan yang ramah lingkungan tanpa bakar (zero burning), pembuatan tapak kuda pada lahan bergelombang , buat parit dan jalan juga pembuatan teras untuk lahan yang miring, penanaman kacang-kacangan atau Legume Cover Crop (LCC)
3.Perawatan Tanaman: Pengelolaan tajuk, pemangkasan daun (pruning), dan penataan piringan pohon.
4. Pengendalian Gulma : dilakukan secara manual dan chemis ( kimia, semprot dengan bahan Herbisida, racun rumput) dengan penerapan rotasi dan tetap menjaga lingkungan pada saat penggunaaan bahan herbisida.
5. Pemupukan: Penerapan prinsip pemupukan tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara.
6. Pengendalian OPT: Identifikasi dan penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (hama dan penyakit) secara terpadu.
Para peserta juga dibawa berkunjung ke area perkebunan yang telah menerapkan BMP, yaitu PT Agro Sinergi Nusantara. Di lapangan, para peserta melihat secara nyata penerapan standar budidaya yang benar serta mempraktikkan langsung teknik perawatan dan pemupukan yang ideal.


Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan para peserta selama rangkaian kegiatan. Peserta mengaku baru menyadari bahwa tata cara pengelolaan kebun yang mereka jalankan selama ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari standar teknis yang dianjurkan, terutama tentang penanaman bibit unggul dan bersertifikat.
Selesainya pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan seluruh ilmu dan keterampilan yang didapat dilahan kebun masing-masing, dan dapat mengajarkannya juga ke pekebun disekitarnya. Semoga sinergi positif ini bisa terus berlanjut untuk mewujudkan pekebun menjadi pengusaha dari alumni pelatihan kedepannya. Aamiin.
Maju terus pekebun sawit Aceh.











