AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Upaya membangkitkan kembali eksistensi seni suara Islami di kalangan generasi muda Aceh terus digalakkan. Salah satunya melalui Parade Nasyid Aceh 2026 yang digelar di Taman Budaya Aceh, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk kembali mengenal dan menjadikan nasyid sebagai salah satu referensi dalam menikmati musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral dan nilai-nilai keislaman.

Pembina Nasyid Nusantara Aceh yang juga Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, mengajak generasi muda untuk mulai menyelami dan menikmati karya-karya nasyid.
“Ini adalah momentum yang tepat bagi anak-anak muda kita untuk menjadikan nasyid sebagai referensi musik Islami yang menyejukkan sekaligus sarat akan pesan moral,” ujar Irwansyah.

Parade Nasyid Aceh 2026 turut dimeriahkan lomba nasyid acapella yang mempertemukan 10 grup peserta terpilih dari berbagai daerah di Aceh.
Kompetisi tersebut memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta serta Piala Bergilir Ketua DPRK Banda Aceh. Irwansyah mengatakan, tidak tertutup kemungkinan hadiah kompetisi akan ditingkatkan pada pelaksanaan tahun berikutnya seiring meningkatnya antusiasme dan persaingan peserta.
“Ke depan, jika antusiasme dan persaingan semakin tinggi, kemungkinan besar hadiahnya akan kita tingkatkan di tahun depan,” katanya.

Ketua Panitia Parade Nasyid Aceh 2026, Aqos Syahrial, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk kembali memantik gairah seni nasyid di kalangan generasi muda Aceh.
Menurutnya, Parade Nasyid Aceh tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pertemuan dan reuni bagi para musisi nasyid senior yang kembali tampil di panggung hiburan Islami.
“Latar belakang acara ini berawal dari pengamatan kami terhadap masih banyaknya event perlombaan nasyid antarsekolah. Itu membuktikan bahwa jiwa dan semangat nasyid masih mengakar kuat pada anak muda Aceh,” jelas Aqos.

Ia berharap Parade Nasyid Aceh dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong para pegiat nasyid untuk terus berkarya dan melahirkan talenta-talenta baru.
Aqos juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia volunteer, sponsor, serta pelaku UMKM yang ikut mendukung dan memeriahkan kegiatan tersebut.
Malam Puncak Diwarnai Penampilan Maidany
Rangkaian Parade Nasyid Aceh 2026 berlanjut hingga malam puncak yang diisi dengan penyerahan hadiah dan Piala Bergilir Ketua DPRK Banda Aceh kepada para pemenang lomba.

Suasana semakin semarak dengan penampilan sejumlah tim nasyid senior kenamaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran Maidany, grup nasyid yang dikenal sebagai salah satu kelompok nasyid legendaris.
Malam puncak juga dirangkai dengan prosesi pelantikan pengurus baru Nasyid Nusantara Wilayah Aceh. Mirajuddin Anhar resmi dilantik sebagai Ketua Nasyid Nusantara Wilayah Aceh.
Dalam sambutannya, Mirajuddin menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad untuk membawa Nasyid Nusantara Aceh menjadi wadah yang lebih progresif bagi para pegiat nasyid.
“Terima kasih atas semua dukungan dari semua pihak, baik secara moril maupun materil, yang telah diberikan sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Walau masih banyak kekurangan dalam persiapan maupun pelaksanaan, tentunya hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk terus berjuang menggaungkan nasyid kembali,” ungkapnya.
Ia berharap nasyid kembali memiliki tempat di hati masyarakat Aceh dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
“Kami berharap nasyid ini bisa terus mensyiarkan kebaikan dan semakin dinikmati oleh berbagai kalangan pendengar. Kehadiran Nasyid Nusantara Aceh ini juga diharapkan bisa menjadi rumah dan wadah untuk mengembangkan serta menampung kreativitas para pegiat nasyid di Aceh,” pungkas Mirajuddin.
Dengan antusiasme peserta dan penonton, Parade Nasyid Aceh 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali musik nasyid di Aceh, sekaligus menjembatani para pelaku nasyid senior dengan generasi muda yang akan melanjutkan estafet seni suara Islami di Serambi Mekkah.











