Basajan

BMA dan Lapas Lambaro Perkuat Sinergi Pemberdayaan Warga Binaan

×

BMA dan Lapas Lambaro Perkuat Sinergi Pemberdayaan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Foto : Baitul Mal Aceh
Foto : Baitul Mal Aceh

AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) menerima audiensi dari perwakilan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh (Lapas Lambaro) dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam program pembinaan serta pemberdayaan warga binaan.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat BMA, Jumat (2/10/2026) tersebut dibuka oleh Fahmi M. Nasir, juga hadiri Tgk. Mudawali Ibrahim, S.Ag., M.Pd selaku Anggota Badan BMA serta jajaran BMA, Tim Pelaksana terkait, serta perwakilan Lapas Kelas IIA Banda Aceh. Jamaluddin, SH selaku Kasi Biuadik.

Dalam pertemuan tersebut, BMA menyampaikan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem pelayanan, termasuk merespons berbagai surat dan usulan yang masuk. BMA juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung program pembinaan warga binaan agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Lambaro mencapai sekitar 634 orang. Karena itu, pembinaan dinilai perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemandirian, dan pemberdayaan ekonomi.

Sejumlah program produktif telah berjalan di Lapas Lambaro, di antaranya produksi bawang goreng, telur asin, kegiatan peternakan, produksi roti, serta pelatihan teknologi dan edukasi. Selain itu, terdapat kegiatan pembelajaran bagi warga binaan yang masih memiliki keterbatasan dalam kemampuan membaca dan menulis.

Program-program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan kerja yang berkelanjutan sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan dan pengalaman usaha yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Perwakilan Lapas Lambaro menyampaikan harapan agar program yang telah berjalan dapat terus mendapat dukungan dan dikembangkan. Selain pendampingan, pihak Lapas juga menyampaikan kebutuhan terhadap sarana, modal usaha, serta penguatan pemasaran produk hasil karya warga binaan.

Menanggapi hal tersebut, Fahmi M. Nasir menegaskan bahwa setiap program perlu memiliki arah pengembangan yang jelas dan berkelanjutan. Dukungan yang diberikan, menurutnya, tidak semata-mata dalam bentuk dana, tetapi juga perlu disertai pembinaan secara menyeluruh, serta menyoroti pentingnya penguatan aspek pemasaran produk. Produk yang dihasilkan warga binaan dinilai perlu didukung dengan branding dan kemasan yang lebih baik agar memiliki daya tarik serta nilai jual yang lebih tinggi.

“Perlu dilakukan pemetaan kebutuhan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. BMA siap mendukung program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan warga binaan, serta produk yang dihasilkan perlu memiliki branding yang baik. Kemasan juga perlu ditingkatkan agar lebih menarik sehingga mampu bersaing di pasar,” ujarnya.

Kasubag pendistribusian BMA Yuwita, SH,MH menambahkan bahwa kelompok usaha yang telah berjalan di Lapas dapat mengajukan usulan program kepada BMA. BMA membuka ruang bagi pengembangan usaha yang memiliki dampak positif bagi warga binaan, dengan catatan setiap usulan disertai kebutuhan dan tujuan program yang jelas.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat sinergi antara BMA dan Lapas Lambaro dalam mendukung pemberdayaan warga binaan. Beberapa program yang dinilai berpotensi untuk terus dikembangkan antara lain produksi bawang goreng, telur asin, peternakan, dan produksi roti.

Selanjutnya, BMA dan Lapas Lambaro akan melakukan pembahasan lanjutan mengenai kebutuhan program, bentuk dukungan, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan warga binaan, sehingga mereka tidak hanya memperoleh keterampilan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.