Kesehatan

Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Pelatihan Obat Kumur Daun Laban Untuk Mengurangi Gingivitis Pada Ibu Hamil

31
×

Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Pelatihan Obat Kumur Daun Laban Untuk Mengurangi Gingivitis Pada Ibu Hamil

Sebarkan artikel ini
  1. Dr. drg. CUT AJA NURASKIN, M.Pd,
  2. Dr. ABDURRAHMAN, S.Kp, M.Pd,
  3. Dr. RECA, M.Kes,
  4. CUT MUTIAH, SST, M.Keb,
  5. RASIDAH, S. Farm, M.Sc, Apt,
  6. T. ISKANDAR FAISAL, S.Kp, M.Kes

AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Gingivitis pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Perubahan hormonal selama kehamilan menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap inflamasi gingiva sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan, kelompok PKK, dan ibu hamil mengenai gingivitis selama kehamilan, hubungan gingivitis dengan risiko BBLR dan prematuritas, serta meningkatkan keterampilan dalam pembuatan obat kumur herbal berbahan dasar daun laban sebagai alternatif promotif kesehatan gigi dan mulut.

Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung pembuatan obat kumur herbal daun laban, distribusi produk, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test kepada 30 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator.

Pengetahuan peserta tentang gingivitis pada ibu hamil meningkat dari 40% menjadi 93,3%, pemahaman hubungan gingivitis dengan risiko BBLR dan prematuritas meningkat dari 26,7% menjadi 90%, pengetahuan mengenai efek penggunaan obat kumur kimia meningkat dari 33,3% menjadi 96,7%, serta keterampilan pembuatan obat kumur herbal daun laban meningkat dari 6,7% menjadi 100%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan masyarakat dalam pencegahan gingivitis pada ibu hamil melalui pemanfaatan bahan herbal lokal. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kesehatan ibu hamil dan menjadi strategi berkelanjutan dalam pencegahan gingivitis berbasis pemberdayaan masyarakat.