AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Anggota Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Tgk. Muda Wali Ibrahim, membuka kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Baitul Mal Direktori Terpadu Tahun 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Hotel Rasamala Banda Aceh, Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola data Baitul Mal agar lebih terintegrasi, akurat, transparan, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Tgk. Muda Wali Ibrahim menegaskan bahwa penguatan sistem data merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan zakat, infak, serta harta keagamaan lainnya di Aceh.
Menurutnya, digitalisasi data menjadi kebutuhan mendasar bagi Baitul Mal untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat, pemetaan potensi, serta penyaluran bantuan kepada mustahik agar lebih terarah dan tepat sasaran.
“Digitalisasi data merupakan bagian dari langkah kita membangun tata kelola Baitul Mal yang lebih modern, terintegrasi, transparan, akurat, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem data yang menghubungkan Baitul Mal Aceh dengan Baitul Mal kabupaten/kota hingga tingkat gampong. Dengan sistem yang terintegrasi, data muzaki, mustahik, aset keagamaan, dan program Baitul Mal diharapkan dapat dikelola secara lebih efektif.
Tgk. Muda Wali Ibrahim mengingatkan bahwa keberhasilan sistem digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas data dan kedisiplinan petugas dalam mengelolanya.
Karena itu, ia meminta seluruh admin dan operator Baitul Mal dari 23 kabupaten/kota se-Aceh agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, memahami alur kerja sistem, serta memastikan setiap data yang dimasukkan telah melalui proses verifikasi dan diperbarui secara berkala.
“Data yang kita miliki harus tepat dan benar. Daripada memiliki banyak data tetapi tidak akurat, lebih baik memiliki data yang sedikit tetapi benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap penerapan Baitul Mal Direktori Terpadu dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mempercepat proses verifikasi bantuan, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, diharapkan menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan data digital Baitul Mal.
Pengetahuan yang diperoleh selanjutnya diharapkan dapat diterapkan di daerah masing-masing secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Baitul Mal Aceh terus mendorong terwujudnya tata kelola kelembagaan yang profesional, adaptif, dan terpercaya dalam pengelolaan zakat, infak, serta harta keagamaan lainnya.
Dengan semangat Satu Data, Satu Rujukan, Satu Sistem, Baitul Mal Aceh berkomitmen memperkuat tata kelola data untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.











