AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Baitul Mal Direktori Terpadu Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Dr. Muhammad Ikhsan Ahyat, S.STP.,M.A.P Acara penutupan yang berlangsung di Hotel Rasamala, Banda Aceh, pada Minggu (11/10/2026) ini menjadi momen krusial dalam memperkuat komitmen transformasi digital pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Provinsi Aceh.
Dalam pidato penutupnya, Muhammad Ikhsan Ahyat menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh narasumber, panitia, serta admin dan operator dari 23 kabupaten/kota se-Aceh yang telah berpartisipasi aktif. Beliau menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar untuk membenahi sistem pendataan.
”Mari kita bangun budaya kerja: Satu Data, Satu Rujukan, Satu Sistem, untuk Baitul Mal yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujar Dr. Ikhsan di hadapan para peserta.
Kualitas Data Jadi Kunci UtamaMuhammad Ikhsan Ahyat mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan akurasi data yang dimasukkan ke dalam sistem. Menurutnya, aplikasi Baitul Mal Direktori Terpadu dirancang sebagai pusat rujukan data terpadu dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga gampong.
Ia juga menekankan agar para pengelola tidak sekadar mengejar kuantitas data semata. “Data yang valid akan melahirkan informasi yang benar. Informasi yang benar akan mendukung kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari admin dan operator diharapkan dapat menjadi motor penggerak pemutakhiran data, verifikasi, serta penyaluran dana ZIWaH (Zakat, Infak, Wakaf serta harta agama lainnya) agar lebih tepat sasaran di daerahnya masing-masing.











