AKSARA MEDIA ACEH I Meulaboh – Komitmen memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan pendidikan terus mendapat perhatian melalui peningkatan kapasitas para pendidik. Dalam kegiatan penguatan kesiapsiagaan kebencanaan yang berlangsung di Meulaboh, Aceh Barat, Darma Sena, S.Pd., M.Pd., guru SMP Negeri 12 Banda Aceh, dipercaya bergabung sebagai Fasilitator Nasional (Fasnas) bidang Kesiapsiagaan Kebencanaan.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Portola Tiara, Aceh Barat, tersebut menjadi ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman bagi para pendidik serta tenaga kependidikan dalam membangun satuan pendidikan yang aman, siap, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
Darma Sena bersama sejumlah fasilitator lainnya turut memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan tidak hanya berupa pemaparan, tetapi juga diperkuat melalui diskusi, aktivitas kelompok, simulasi, serta berbagi praktik baik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan.
Selain Darma Sena, tim Fasilitator Nasional dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai latar belakang dan unsur pendidikan. Di antaranya Dr. Mawardi, M.Pd., dosen UIN Ar-Raniry; Fadhilah, S.Pd., M.Pd.; Husnawati, S.Pd., M.Pd.; Ana Mujriyanti, S.Pd., M.Pd., Pengawas Sekolah Kota Banda Aceh; serta Eva Susanti, S.Ag., M.M., Guru BK SMA Modal Bangsa.

Turut menjadi bagian dari tim fasilitator adalah Nurikha, S.Pd., M.Pd. dan Indra Zahari, S.Pd., M.Pd., Pengawas Sekolah Aceh Besar, yang juga dipercaya sebagai Fasilitator Nasional bidang Kesiapsiagaan Kebencanaan.
Keterlibatan para fasilitator dari berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Peserta tidak hanya diajak mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, tetapi juga memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Kesiapsiagaan bencana dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam membangun budaya aman di satuan pendidikan. Warga sekolah perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu mengambil tindakan secara tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Bagi Darma Sena, keterlibatan sebagai Fasilitator Nasional menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman sekaligus memberikan kontribusi dalam penguatan pendidikan kebencanaan. Pengetahuan dan praktik yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus dibagikan dan diterapkan di lingkungan sekolah.
Kolaborasi antara dosen, pengawas sekolah, guru BK, dan pendidik juga memperkuat jejaring pendidikan kebencanaan di Aceh. Semangat berbagi pengalaman dan pengetahuan diharapkan mampu mendorong semakin banyak satuan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran risiko serta membangun kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana.
Kegiatan di Meulaboh sekaligus menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan semata-mata mengenai tindakan ketika bencana terjadi. Lebih dari itu, kesiapsiagaan merupakan proses membangun budaya sadar risiko, pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan sejak sebelum bencana terjadi.
Melalui penguatan kapasitas para pendidik sebagai fasilitator, upaya mewujudkan satuan pendidikan yang aman dan tangguh diharapkan dapat terus berkembang di berbagai daerah.
“Berbagi ilmu, membangun kesiapsiagaan, dan bergerak bersama untuk mewujudkan satuan pendidikan yang aman dan tangguh bencana.”
SPAB — Siap, Tangguh, dan Peduli.











