Pendidikan

Siswa SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh Dilatih Tanggap Bencana Lewat Program Tagana Masuk Sekolah

25
×

Siswa SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh Dilatih Tanggap Bencana Lewat Program Tagana Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana terus digencarkan melalui berbagai program edukatif. Salah satunya melalui kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang dilaksanakan di SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh, Rabu (30/4/26).

Program yang diinisiasi oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.

Sejak pagi, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan hingga praktik langsung penanganan korban bencana. Mereka tampak antusias dan aktif terlibat dalam setiap sesi yang dipandu instruktur berpengalaman.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Aceh, seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir. Selain itu, mereka juga diajarkan langkah-langkah mitigasi, mulai dari mengenali tanda-tanda awal bencana, cara menyelamatkan diri, hingga pentingnya tetap tenang dalam situasi darurat.

Ketua Tagana Aceh, Rizal Dinata, SE, yang menjadi pemateri, menyampaikan bahwa program TMS merupakan bentuk edukasi berbasis komunitas yang penting ditanamkan sejak usia sekolah.

“Kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan siap menghadapi bencana. Dengan pelatihan ini, siswa diharapkan mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain saat terjadi bencana,” ujarnya.

Kepala SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh, Darmawi Yusuf, S.H., M.H., C.P.M., turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kondisi geografis Aceh yang rawan bencana.

“Edukasi kebencanaan sangat penting bagi siswa kami. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan mereka, sehingga mampu mengurangi risiko saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Salah seorang siswa mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.

“Kami jadi tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Tidak hanya teori, tapi juga praktik langsung, jadi lebih paham,” katanya.

Melalui program Tagana Masuk Sekolah, diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap mitigasi bencana serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan