AKSARA MEDIA ACEH I Lhoksukon – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, A.Md., beserta rombongan dijadwalkan hadir dalam agenda Puncak Peringatan Hari Milad ke-800 Kabupaten Aceh Utara yang dirangkai dengan acara Ramah Tamah Pemulihan Pasca Bencana. Acara puncak ini diselenggarakan pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara mulai pukul 19.30 WIB.
Dalam kunjungan penting ini, Ketua DPRA turut didampingi oleh Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Irfansyah, serta anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRA, H. Ihsanuddin MZ, S.E., M.M. Kehadiran wakil rakyat tingkat provinsi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan dukungan legislatif terhadap pembangunan serta pelestarian budaya di Bumi Pasee.
Peringatan hari jadi Kabupaten Aceh Utara tahun ini mengusung tema besar “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat (Menjaga Adat Budaya, Memperkuat Syariat): Merawat Tradisi Pasai, Membangkitkan Aceh Utara Mulia”. Peringatan ini didedikasikan untuk merefleksikan kembali jejak peradaban dan sejarah panjang sejak masa keemasan Kerajaan Samudera Pasai. Di saat yang sama, momentum ini juga menjadi titik penting bagi kebangkitan bersama masyarakat Aceh Utara setelah sempat dilanda musibah banjir beberapa waktu lalu.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. —yang secara luas dikenal dengan sapaan Ayah Wa— sangat mengapresiasi kehadiran pimpinan DPRA. Dalam undangannya, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran Ketua DPRA beserta rombongan menjadi sebuah kehormatan yang diharapkan mampu memberi dukungan moril bagi masyarakat dalam memulihkan kondisi daerah. Para tamu undangan, termasuk jajaran dewan yang hadir, juga diimbau untuk mengenakan pakaian tradisional Laka Aceh atau Batik Lengan Panjang sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap adat setempat.
Selain acara puncak pada 7 September, rangkaian festival dan Peringatan Milad ke-800 Aceh Utara secara keseluruhan berlangsung sangat meriah sejak tanggal 6 hingga 13 September 2026. Kehadiran jajaran DPRA dalam perayaan bersejarah ini diharapkan semakin mempererat sinergi yang harmoni antara Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Utara, khususnya dalam mengawal program pemulihan pasca bencana dan memajukan kesejahteraan masyarakat.











