AKSARA MEDIA ACEH I Banda Aceh – Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) melalui program HaChool (HAkA Goes To School) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan lingkungan bertajuk “Peran Penting Generasi Muda dalam Konservasi Hutan Berbasis Nilai Religius dan Kearifan Lokal Aceh” pada Kamis, 21 Mei 2026 di Aula MAN 1 Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kader Lingkungan HAkA Batch 3 sebagai upaya memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
Kegiatan HaChool dilaksanakan melalui kolaborasi antara Yayasan HAkA, MAN 1 Banda Aceh, dan Teuku Inong sebagai pemateri. Penyuluhan ini diikuti oleh puluhan siswa MAN 1 Banda Aceh yang terdiri dari Siswa/i, Pengurus Sekolah, dan Komunitas Lingkungan Sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya mengetahui KEL sebagai kawasan konservasi strategis, ancaman terhadap satwa liar dan lingkungan, serta nilai-nilai Islam dalam menjaga alam dan lingkungan hidup. Kegiatan turut diisi dengan diskusi interaktif, games edukatif, serta kampanye digital melalui kompetisi video reels bertema konservasi lingkungan (HAChool Student Campaign)
Project Management Unit Assistant Yayasan HAkA, Nurul Isnina yang turut menjadi salah satu pemateri pada penyuluhan mengajak generasi muda akan pentingnya mengetahui dan mengambil peran dalam perlindungan KEL sebagai sebuah Kawasan Strategis Nasional.
“Yayasan HAkA merupakan organisasi non-pemerintah yang didedikasikan untuk perlindungan, konservasi, dan pemulihan Ekosistem Leuser di Aceh untuk mendukung dan mendidik masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi kehidupan, dan SDA masyarakat di dalam dan sekitar KEL sebagai suatu Kawasan Strategis Nasional, yang menjadi tempat terakhir di bumi dimana Orangutan, Badak, Gajah, Harimau hidup bersama di alam liar,” Ucap Nurul.
Wakil Kepala Kesiswaan MAN 1 Banda Aceh, Bapak Salamun, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan HaChool yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana isu lingkungan menjadi perhatian penting yang perlu dimulai dari gerakan generasi muda.
“Isu lingkungan saat ini menjadi persoalan penting yang membutuhkan keterlibatan anak muda. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menumbuhkan kesadaran Siswa/i terhadap pentingnya menjaga alam dan lingkungan sejak dini. Harapannya, siswa-siswi MAN 1 Banda Aceh dapat memiliki rasa cinta terhadap lingkungan dan ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam Aceh,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara sekolah, organisasi masyarakat sipil, dan generasi muda dalam membangun gerakan konservasi berbasis edukasi. Kader Lingkungan HAkA Batch 3 sebagai penggagas kegiatan berharap HaChool dapat menjadi langkah awal dalam memperluas pendidikan lingkungan di kalangan pelajar, khususnya di lingkungan madrasah.
Selain menjadi ruang edukasi lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan, satwa liar, dan lingkungan hidup sebagai bagian dari identitas dan masa depan Aceh. Program HaChool juga menjadi bagian dari upaya Yayasan HAkA dalam memperluas gerakan pendidikan lingkungan berbasis nilai religius dan kearifan lokal Aceh di tingkat sekolah.











